Bukan karena saya tak cinta kamu blogku,
izinkan saya memulai hidup baru di:
www.duniavana.blogspot.com
pamit,,
lotoflofandkisses,,
Ivana Safwan
No Comments »
Setelah didera kekalutan akut diawal minggu, akhirnya saya bisa bernafas sedikit lega di weekend ini.
Saya akhirnya bisa mengendalikan diri atas ketakutan2 itu
berhasil memilih apa yang mau dikasih ke noey dan akhirnya mama meringankan dengan menghandle pembelian gift buat nikahan calon-kk-ipar huhuhhhuuu
terus terus akhirnya saya tidak berada disitu dihari penting nanti karena beberapa pertimbangan.
dan besok saya siap merelakan sahabat saya berjuang dengan sederet doa 
ahh senang sekaliii ternyata tidak seberat yang saya bayangkan 
yah walaupun minggu ini hari-hari saya diwarnai migrain-akut-setiap-hari akhirnya saya legaaaa….
Cheers,,
-Eve-
No Comments »
gw lagi nggak pengen terpengaruh sama apa yang diomongin orang lain,
boleh nggak gw ngejalanin pilihan gw ini dengan cara gw?
oke gw tau dalam keadaaan ini gw ga akan bisa rasional, tapi boleh nggak biar tuhan yang tunjukkan jalannya ke gw? dan biarkan gw memohon, kalaupun akhirnya gw jatuh lagi, jangan biarkan gw merasakan sakit itu lagi.
gw tau semua rasa pahit, sakit, sedih yang gw rasa adalah perbandingan agar gw bisa merasakan manis itu seperti apa.
gw tau sakit itu mendidik gw nggak lemah menghadapi hidup, WALAUPUN nanti akan ada bagian2 dimana gw menangis SIRU-terpuruk setengah mati-pengen skip ke next chapter-berpura2 bahagia-dan berusaha bangkit sekuat tenaga.
gw tau gw ga boleh buta karena rasa, dan gw nggak buta.
tapi salah kah gw andai gw berharap? menyusun rencana? bercita2? dan berkeinginan?
gw jg nggak mau berteriak bahwa itu salah. apalagi setelah gw melewati masa2 itu dan menjadi saksi atas semuanya. gw pengen bilang bahwa Gw tau.
dan ketika hati gw mulai cemas dan bertanya2, seketika ketakutan itu menyergap gw, membuat dingin badan gw, mempercepat detak jantung gw, dan bikin gw uring2an.
gw tau gw didera trauma. gw tau gw terlalu mengenalnya.
gw tau gw berada ditahap paranoid, gw takut dengan ancaman semua keadaan2 yg pernah dilalui itu berbalik ke gw! Naudzubillah..
satu lagi
jujur gw nggak siap ketika harus melepas salah satu sahabat gw kesana.
gw pengen nangis waktu dia nelfon gw tadi dan dengan terbata2 bilang jadwal keberangkatannya dipercepat.
tapi satu hal, gw berusaha buat nggak nangis dan merelakan.
toh persahabatan kita ga akan terhenti sampai dititik ini. berikutnya tahun depan giliran gw berjibaku mau kemana.
oke, ini bukan masalah beda pulau lagi, tapi beda negara, dan negaranya jg nggak main2. jauhnya minta ampun. di peta dengan skala kecil juga tetep jauh.
but dear, gw tau, 7taun lebih (ngitung dari kelas 3 smp) kita sahabatan ga akan berakhir hanya karena jarak. (amien) *mulai pengen nangis*
semoga masih ada waktu buat ketemu sebelum hari itu!
selain dua hal diatas yg bikin gw pengen tereak2, gw masih harus menghadapi masalah printilan yg penting dan bikin pusing seperti memutuskan disana atau nggak pada hari penting itu-mau beli apa buat si ini dan si itu-masalah dengan makhluk menyebalkan sok kuasa itu-dan kesesakan menjelang detik2 ujian akhir.
well, doakan saja. semoga semua teriakan2 yang menumpuk ini nggak mempengaruhi mood gw sedemikian parah.
Love,
Iv
2 Comments »
hikz….
lagi dilematis nih…
saya sudah punya satu tempat untuk pindah, tapi masih bingung niiih jadi pindahan atau nggak…
2 Comments »
Tau Pocky kan?
itu lho makanan yg udah ada dari jaman saya kecil (itung sendiri jaman kapan saya kecil), biskuit stick menyerupai nyam2 langsing dan tinggi yg belumuran krim coklat atau stroberi itu lho (sekarang sudah ada yg rasa pisangnya segala).
dulu saya suka banget makan Pocky, seiring tumbuh dan berkembangnya saya menjadi tua saya lupa keberadaan Pocky dan saya pikir sudah tidak ada lagi, sampai suatu ketika saya dekat dengan si Mas dan kami membahas Pocky, dari situ lah saya tau kalo Pocky masih Eksis hingga detik ini.
Pocky itu kan agak susah didapet disembarang toko ya, kalo nggak ke supermarket susah aja gitu dapetin pocky. karena nggak punya waktu khusus buat ke supermarket, akhirnya waktu itu iseng saya minta si Mas membawakan Pocky yang harus dibeli di jogja dan dibawakan ke semarang pada waktu munas ALSA. (Dan parahnya waktu itu dia lupa…hahaha…akibatnya saya jadi melotot sirik waktu L.O saya waktu itu DIFA membawa2 Pocky kemana2..tapi akhirnya hutang Pocky nya ditebus waktu si mas menjemput saya dibandara hehehe)
Yah, begitulah, singkatnya saya kembali menggemari Pocky, tau khan gimana rasanya makanan kesukaan jaman kecil yang hilang terus kita temuin lagii…
delapan bulan ini setiap nemenin mama belanja bulanan di Hypermart saya selalu mengambil Pocky, setiap nonton sama anak2 saya selalu menyempatkan beli pocky, setiap masuk Carefour saya selalu mencari Pocky, Pocky, Pocky dan Pocky…
sepupu saya yang kecil, si Kamil pun akhirnya juga Doyan Pocky seperti saya.
Sampai suatu siang, pulang kuliah, saat hasrat ngemil saya menggoda, saya mengambil Pocky dari lemari saya, saya makan si POCKY yg yummy dengan penuh konsentrasi. iseng2 saya telusuri kotak POCKY, sampai akhirnya saya sadar… Kok nggak ada tanda “HALAL” nya, saya telusuri lagi penuh hati2, tetep NGGAK ada! setiap tulisan kecil saya pelototin, tetep juga nggak ada. sadar bahwa tanda itu nggak ada, saya melongo,, Pocky ditangan sudah habis.
Pocky oh Pocky…
Apa karena impor dari thailand makanya ngga ada tanda Halal nya? tapi ada lho BPOM RI nya.
lagian kan Pocky gitu yah,,,
Masa iya sih nggak halal??
Pocky oh Pocky..
masih tetep pengen Pocky…
yang lagi dilematis,
Ivana
2 Comments »
Sukses itu apa sih?
Sabtu lalu, saya dan sahabat saya Dona mengikuti acara relaunching sebuah buku, ada pertanyaan menarik dari mas-mas di samping saya kepada penulis buku itu yang kira2 seperti ini:
“Apa parameter sukses buat anda?”
weheeee…
seketika saya terkesima…terpukau…terpana..pada mas-mas disebelah saya *lebay*
waktu itu penulisnya bilang kaya gini (kira2)
“sukses itu bukan saya yang menilai, bukan saya yang mengatakan kalau saya sukses, tapi orang lain yang menilai, tapi bagi saya, saya merasa sukses ketika saya berguna bagi orang lain”
saya hampir lupa adegan itu sampai tadi diperjalanan pulang dari kampus tiba2 saya teringat, dan kemudian dikepala saya terjadi adegan tanya-jawab.
sukses itu apa ya?
Nanti bila saya punya rumah mentereng dengan beberapa mobil mewah berbaris di garasinya dan uang tak terhitung di mana2 itu apakah itu namanya sukses?
terus kalau saya punya semua itu tapi keluarga saya berantakan, itu kan bukan sukses namanya ya?
atau ketika saya memiliki semua kemewahan itu tapi orang tua saya “jauh” dari saya, apakah itu sukses namanya?
atau ketika saya tajir mampus tapi saya nggak punya waktu untuk bersama-sama keluarga saya, nggak bisa menghabiskan waktu bersama anak2 saya nantinya, bersama suami saya, saya merasa bahwa itu bukan sukses BUAT SAYA.
apakah sukses itu ketika saya menjadi penguasa dan punya banyak bawahan?
—
Akhirnya saya sadar bahwa mencari parameter SUKSES itu sama dengan mencari parameter BAHAGIA. Nggak MUTLAK, setiap orang berbeda.
dan ternyata sukses dan bahagia buat saya adalah nyaris sama.
saya mencoba mempersempit pengertian sukses buat saya,
saya punya tujuan2 dalam hidup saya,
tujuan untuk membanggakan dan membahagiakan kedua orang tua saya,
untuk hidup layak bersama keluarga kecil saya nantinya,
untuk mengecap kehangatan keluarga kecil saya minimal sama dengan yang saya miliki di keluarga saya sekarang bahkan ingin lebih,
untuk berguna bagi orang disekitar saya.
dan ketika tujuan2 saya itu tercapai, maka itulah Sukses buat saya.
Buat kamu, SUKSES itu apa?
No Comments »
Saya Berubah?
Tahun ini saya banyak dibilang berubah.
Haiyaaaah saya bukanlah superhero berakhiran “man” yang sekali tarik langsung berubah, saya juga bukan tokoh kartun yang dengan mantra ajaib berubah wujud. BUKAN.
Berubah,
mari kita urai si Iv ini berubah seperti apa.
Oh, No!! Jangan singgung soal Fisik saya yang ditunjukkan secara nyata oleh jarum timbangan yang merangkak naik meninggalkan angka 45 menuju 50 ahhh tidaaaaaaaaaak *lebay*
lihat ini pipi, lengan, dan perut..Oh Nooo!!! Oh Noo!!! saya serupa monster nutrijell yang disenggol bisa bergetar dan kenyal2 oh Nooo!! Oh Nooo!!! oh Nooooooooo!!! *Histeris mode On*
(ngomongnya ga mau disinggung tapi buka aib sendiri, dasar orang aneh!)
mari kita lupakan soal fisik yang seperti nutrijell ini (LUPAKAN, LUPAKAN!! ini adalah PERINTAH!)
ada yang pernah menegur saya gini
“iv berubah ya, tapi lebih ke positif” dan si oknum ini melist perubahan saya kira2 seperti ini: lebih banyak temen didalam dan luar kampus, penampilan, dan…dan…(lupa apalagi)
ada lagi sahabat saya dalam blognya bilang seperti ini:
Dia orangnya keras kepala, egois selalu mo menang sendiri dan suka emosian.. tapi pas sudah lulus SMA sifat-sifat jelek dia dulu udah mulai bener-bener berkurang… sekarang udah mulai dewasa kayaknya,, udah mulai wise dalam segala sesuatunya pokoknya dia tipikal orang yang sekarang berubah jadi lebih baik
ada lagi nih, orang ini tidak sengaja saya temukan di dunia maya, dan akhirnya saya tau dia “berbeda”, how come? pas dia liat foto saya pertama kali di FS dia langsung mengomentari panjang lebar tentang diri saya, lengkap dengan sifat2 turunan dari mama papa saya dan dia juga tau kalo waktu itu saya sering nangis berteman bantal seorang diri dikamar. hiii *merinding disko ahaaa*
beberapa waktu lalu saya bertemu di YM dengan si orang ini, dan la-la-la dia membeberkan perubahan saya.
dia bilang pasca putus cinta di akhir 2007 saya jadi jauh lebih hati-hati (saking hati2nya dia bilang saya susah percaya sama orang), dia bilang saya lebih dewasa (oh yes, i am TWENTY FIRST,but..oh, No!! ada SATU dibelakang angka dua ituuu!! tidaaaaakkkk!!!), dia bilang sekarang saya ekstra hati2 dalam menentukan pilihan saya, segala sesuatu saya pikirkan akibatnya.
cukup ah, saya lupa, lagian banyak banget deh yang mengomentari “iv beda ya”
terutama temen2 Lama, yang mengkomplain saya karena saya mulai cuek dengan mereka dan malas meng-create acara kongkow2 bareng lagi.
komentar akh…
saya yah kan tumbuh dan berkembang melalui proses HIDUP
dan sudah sewajarnya ya kalo saya bergeser ke arah positif ya,,
masa udah segini saya masih tetep emosional akut kaya jaman smp? masa saya masih harus bergaya ala abege? masa saya harus tetep childish?
saya kan juga pernah diterpa cobaan menyakitkan itu,
dan kalau setelah itu saya lebih hati2, lebih bersabar, berusaha mensikapi dengan lapang dada itu kan bagus ya?
iya kan ya?
kalau saya mulai “malas” meng-create kumpul2 itu bukan karena saya nggak peduli lagi, tapi ada prioritas lain di weekend2 saya untuk bersama keluarga.
ada lagi yang mau mencatatkan perubahan saya?
Love,
-Ivana-
No Comments »
dia tau nggak ya kalau aku tiba-tiba mengingatnya?
sebagian memori tentangnya terputar dikepala dengan tanda tanya
kenapa, kenapa, kenapa?
dan pertanyaannya sekarang kenapa jarak itu ada?
dia tau nggak ya kalau sesekali aku mengawasinya?
dalam jarak yang tak teraba,
dan dengan gerakan yang tak terbaca,
dia tau nggak ya kalau aku memaafkan malam itu,
kalau aku menerimanya sama seperti teman2 lainnya,
dan aku merindukan dia?
-tentang seorang teman-
Love,
-Eve-
No Comments »
Pernah nggak kalian menemukan temen, atau kenalan lah, yang nggak “ngeblend” sama lingkungan pergaulannya?
orang-orang yang normal, mereka nggak gila, tapi mereka bergaul dengan cara mereka sendiri yang susah diterima sama orang banyak.
misal: mereka2 terlalu sensitif sampai2 selalu marah2 sama orang2 karena ngerasa kita ngomongin dia, atau mereka2 yang nyampur dengan orang lain tapi cara becandanya ga bisa diterima banyak orang (bisa jadi terlalu kasar, atau jayus parah, hal yang dia anggap lucu buat kita nggak lucu, yang kita anggap lucu buat dia biasa aja), mereka2 yang cara berpakaiannya “beda”, mereka2 yang di cap aneh, mereka2 yang nggak sama dengan kalian.
apa sih yang kalian lakukan kalo ketemu dengan orang2 yang seperti itu?
MENCELA? NGETAWAIN? KABUR KETAKUTAN?
saya ya, saya juga pernah ada diposisi itu, ngetawain, ngejadiin bahan joke, atau kabur ninggalin.
sampai akhirnya saya sadar, bahwa watak, sifat manusia itu kan terbentuk karena proses, cara bergaulnya juga terpengaruh sekitarnya, waktu kecil kita melihat, mendengar, dan meniru. sampai kita bisa memilah milih mana yang baik mana yang enggak.
saya mikirnya gini yah, ketika seseorang masuk ke suatu komunitas dan orang2 dikomunitas itu nggak bisa menerima karena “orang” itu dianggap ”Berbeda” dan nggak bisa “masuk” di komunitas itu.
Apa yang salah?
apakah salah si “orang” ini? karena dia nggak bisa ngeblend sama sekelilingnya, nggak bisa bergaul dengan cara yang sama dengan mereka? karena dia aneh dan gak sama dengan orang2 di komunitas itu??
dan apa yang pantas kita lakukan? mojokin dia? ngetawain dia?
pernah nggak sih ada sedikit aja terpikir, apa yang membuat dia jadi seperti itu? Bagaimana cara orang itu hidup sampai terbentuk dia yang seperti itu?
pernah nggak berpikir bahwa mungkin ada tekanan2 psikologis yang mengakibatkan dia, Mereka, orang2 itu NGGAK SAMA dengan kita? nggak sama dengan kalian.
pernah nggak?
pernah nggak kalian terfikir bahwa mungkin dia dibesarkan di lingkungan yang nggak senyaman lingkungan yang kita atau kalian rasakan.
nggak mengecap pergaulan yang senyaman yang kita atau kalian rasakan,
nggak merasakan hidup tercukupi kasih sayang dari orang2 yang kita atau kalian banggakan.
pernah nggak kalian berfikir kemungkinan ada kejadian-kejadian di masa lalu nya yang membuat mereka jadi seperti itu. ada trauma2 psikis yang mempengaruhi mereka.
pernah nggak??
coba tolong posisikan diri kalian diposisi mereka.
kalo kalian yang ada diposisi itu, mau nggak kalian dicela, dipojokkan, ditertawakan, dipermainkan seperti yang kalian pernah lakukan.
terlebih jika kalian tau kenapa mereka jadi seperti itu, kenapa kalian masih mampu mencela dan mempermainkan?
*Nggak ada yang sempurna didunia ini om,tante, dan kalian juga bukan orang2 yang sempurna!*
No Comments »
Kalau kamu tidak bisa merasakan lebih dari aku,
tolong katakan bahwa kita sama.
kita sama-sejajar-seimbang dalam jalan yang kita pilih.
aku tidak ingin ada di pihak yang berlebih.
demi tuhan walaupun hanya sekedar rasa.
biarkan kita sama.
karena aku tidak bisa mengurangi.
maka tolong jadikan kita sama.
No Comments »
|